Sunday, 11 August 2013

Concerns

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, for all the ni'mah that he had bestow upon us. Giving us the chance to breath today even when we know we dont deserve His Mercy because of all that we had sinned. O Allah, Your Mercy overpowers Your Anger. O Allah, Your Kindness overpowers Your Punishment. How bad i am as a slave, still being so ignorant. O Allah, forgive me forgive all my wrongdoings. Amin.

Yesterday, as i was scrolling down my Instagram, i came across someone's post regarding the price of a tin of baby milk. And guess whats the price? Its $97!!!!! Can you just imagine that??? How expensive it is???!! It was really concerning. For those newlywed and just got their first baby, it is surely a tough one for them. For me myself, i was really worried. Thinking of how financially stable i am. How am i saving up my money for future and the list goes on. Ya, im not even married. Neither am i engaged or what. But seriously, this is something important that i need to find out. I need to know. So i can make plans from now. How am i going to put aside some money for marriage, for after marriage etc.

Apart from that, this things really is such an eye opener for me. My mum once told me how my father usually buy two tin of milk for me and my sister but 'hutang' to the shop. It realhly wakes me up. What i knew is that im living a comfortable life now. No debt no anything. All is well alhamdulillah. But the sacrifices my parents made to build this marriage, to raise us up. Ya Allah it is too much. Im sure im being such a burden to them in the past and i cant afford to be a burden to them now. It really moves me. If only we know every single things our parents had done for us from the first day they are told they have a baby till now. It will be just ma syaa Allah. No words can describe how painful this journey is. But still, they regard us as a blessing from Allah. They never feel regret of having us. Ma syaa Allah. O Allah, grant them the highest paradise. The highest place to be with You. :')

Apart from that, i was talking with ayah regarding the price of resale house. Just imagine (okay no need to imagine, this is a reality haha) a price for 5 room resale flat is nearly half a million???!!!!! Its $537,000+++ wowwwwwwwwwwww!!! Im all speechless. How can a place that the roof is someone's floor and our floor is someone's roof be that expensive???? I was really shocked upon knowing this. In the past, when i knew this kind of things i will just be like oh okay. But now, its a no more oh okay, it is something that really worries me. O Allah, You are the controller of our rizq, make us feel contented with the rizq that You had bestowed on us. Fill it with Your Barakah. Amin.

Everything that is good is from Allah, and that is bad is from my own weaknesses. Sorry for posting in English, because i dont know right now my ideas are running in my head in english. Haha.
Wasalam. :)

Thursday, 1 August 2013

Pelangi disebalik hujan



Bismillahirrahmanirrahim

Setiap yang terjadi ada hikmahnya. Kecetekan minda diri ini menyukarkanku unutk memahami segala keindahan rancanganNya. Bukan menyalahkanNya kerana tidak memberi sesuatu yang ku suka. tapi sebaliknya menyalahkan diriku seribu kali salah kerana tidak memahami cintaNya untuk diri ini. Kerana CintaNya pada diri yang dhoif ini, Dia aturkan sebegini bagi hidupku.

Ku akur, memang sukar bagiku untuk menerima kenyataan bahawa ia bukan seperti yang telah diriku rencanakan. Tapi mengingatkan bahawa Dia yang berkuasa atas segala sesuatu, ia melembutkan lagi hatiku untuk menerima taqdir ini. Mungkin sukar. Mungkin juga perit. Tapi aku yakin ini yang terbaik.

Walaupun aku tidak diizinkanNya untuk ke bumi anbiya' tapi aku diberi peluang dariNya untuk belajar di kawasan nusantara ini. Supaya dekat dengan keluarga ku. Tambahan juga, kursus yang aku inginkan memang ada di sini. Jadi memang ini lah hikmah terbesarNya. Seperti yang telah ku janji sebelum ini, akan ku tunduk semula kepada segala rencanaNya. Kesedihan yang ku rasa hanyalah sementara jika ingin dibandingkan dengan kerisauan yang aku akan tinggalkan kepada seluruh keluargaku andai ku teruskan niat ku untuk ke bumi anbiya' itu. Tiba masanya diriku mengorbankan kebahagiaan ku untuk kebahagiaan mereka, mengenangkan jasa mereka yang terlalu banyak dicurahkan padaku, apa lah sangat jika hendak dibandingkan ini dengan pengorbanan mereka yang terlalu banyak untukku. 

Tambahan juga. matlamat ku untuk belajar, ku ingatkan diriku semula. Bukan tempat yang mendorong ku untuk belajar tetapi sebaliknya hadaf dan minatku yang membawaku ke sesautu tempat. In syaa ALLAH aku yakin ini yang terbaik dan terbaik buat diriku. Mungkin aku akan menangis hari ini, tapi moga masa hadapan nanti aku akan tersenyum lebar mengenangkan kembali keputusan yang dulu ku ambil. Diriku yakin dengan PerancanganMu ya Allah. Diriku yakin! 

Ya Allah, andai perjalanan ini yang terbaik buatku, ku mohon permudahkanlah ia bagiku. Andai destinasi ini yang akan membuatkan umi ayahku redha dengan kepergianku, maka redhakan lah hatiku dalam menerimanya. Andai ini taqdirMu untukku, lembutkanlah hatiku untuk melaluinya. Ku yakin ya Allah, keputusan ini bukan untuk menghukum diri ini, tetapi sebaliknya ini yang terbaik. Terbaik buatku, keluargaku dan agamku. Amin!

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

(Dan setelah engkau membulatkan tekad, maka bertawakkallah pada ALLAH)

Monday, 29 July 2013

Tatkala dahi mengenai lantai

Bismillahirrahmanirrahim.

Suatu malam sedang daku duduk di atas tikar sejadah, menginsafi segala apa yang telah ku lakukan, tanpa diminta, airmata deras mengalir. Mengalir tanpa henti. Mengingatkan dosa silam yang terlalu banyak hingga menyukarkan diriku sendiri untuk memikulnya. Mengingatkan azab neraka yang menanti jika diri ini tidak bertaubat makin melajukan lagi derasan airmata ini.

Malam itu, penuh keheningan, tiada perasaan dapat ku gambarkan. Tatkala dahi mengenai lantai. Sujud ku kali ini terasa seribu kali lebih bermakna. Suatu perasaan yang tidak kurasai sebelum ini. Sujudku dahulu hanyalah sebuah gerakan tanpa emosi. Tapi malam ini, kali ini, diriku dapat rasakan betapa kerdilnya dan terlalu hinanya berada dihadapan Azza wajalla. Terlalu kecil. Tetapi mengapa kesombongan dalam diri masih menular? Mengapa? Sudah kau ketahui kau kecil, mengapa masih hendak berbongkak berjalan di bumiNya? Soalan yang bertalu talu ku tanya kan pada diri. Ya Allah, tangisan sahaja yang dapat ku bereaksi. Menyesal. Hampa dengan perlakuan diriku sebelum ini. Menyesal. Teramat menyesal.

Saat itu juga, diri ini berjanji untuk terus berubah. Aku tidak boleh lagi duduk di masa silam. Masa silam yang boleh mencampakku ke dalam api neraka. Aku tidak boleh! Aku harus berubah! Taubat nasuha segera diri ini lakukan. Tetapi masih lagi tidak ku rasa kecukupan. Masih terasa terlalu hina diri ini. Malam itu, andai sahaja airmata ku boleh menjadi lautan, sudah tentu telekung ku kebasahan. Airmata ku terasa bagai tiada henti malam itu. Ya Allah..

Wahai Tuhan, diri ku masih lagi belum jadi yang terbaik seperti yang telah kujanji dahulu. Diri ku masih lagi terus bergelumang dengan dosa. Tapi ku percaya, Tuhanku rahmatMu lebih luas dari kemurkaanMu. Ampunilah daku ya Allah. Ampunilah daku.. selamatkan lah aku dari azab kubur dan akhirat nanti. Akhirilah riwayat hidupku dalam keadaan husnul khotimah. Ya Allah, sepertimana yang telah Engkau jadikan hatiku suatu ketika dahulu suci bersih, kembalikanlah aku ke pangkuanMu dalam keadaan hati yang sama. Ya Allah padaMu ku memohon keampunan. Terimalah luahan hambaMu ini ya Allah. Ku percaya, Engkau ada selalu disisiku.

Ku pasti, ini yang terbaik buatku!

بسم الله الرحمن الرحيم

Tiada keindahan yang dapat mengalahkan keindahan yang dicipta Allah. Tiada kegembiraan dapat menandingi kegembiraan bertemu denganNya di akhirat kelak. Tiada kesepian yang lebih dirasakan dari sepi tanpa rasa hangat cintaNya. Tiada hati yang tenang dapat digapai melainkan dengan selalu mengingatiNya.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam, yang mentadbir dunia dan seluruh isinya. Tiada tadbir dapat menyaingi takdir dan ketetapan yang telah direncanakanNya.
ومكروا ومكر الله والله خير الماكرين.
Sesungguhnya kita merancang dan Allah jua merancang, dan Allah lah sebaik baik Perancang.

Tika diri ini pinta untuk diajari erti kesabaran, diberiNya dugaan untuk ditempuh. Dan tatkala diri kerdil ini minta ditunjukkan erti sebenar redha, diberi cubaan supaya diri ini mengerti. Mungkin sahaja apa yang diminta tidak ku dapati tetapi sesungguhnya lebih dari itu yang ku dapati.

Keinginan yang sangat mendalam untuk menuntut ilmu di bumi anbiya' mengajarku erti cinta kepada sebuah tempat yang belum ku jejaki. Mengajarkan ku erti rindu kepada ilmu dan pemberi ilmu yang belum kutemui. Selain itu, mengajarkan ku jua erti bersungguh sungguh untuk meraih apa yang kuingini dengan keredhaanNya.

Namun begitu, seperti yang telah diberitahuNya, sesungguhnya Dia lah yang Sebaik baik Perancang. Tatkala diri ini akur akan ayat sucinya حسبنا الله ونعم الوكيل. Yang bermaksud, hanya Engkau cukup bagi kami dan Engkaulah sebaik baik Pengatur rencana bagi kami. Ku akur, secara tidak langsung, diri ini seakan sudah mengangkat sumpah untuk redha dengan segala apa yang direncanakanNya. Namun, kelalaian diri dan lekanya diri kadangkala membuatku merungut akan sesuatu musibah yang berlaku. Kadang apa yang direncanakan tidak terjadi tetapi sebenarnya Allah sedang memberikan jalan yang lebih baik bagi diri ini. Cuma kejahilan diri dalam memahami hikmah di sebalik sesuatu kejadian membuatkan daku selalu merungut. Terkadang aku menangis. Ku tahu hati yang beriman tidak sepatut bereaksi sebegini, namun diri ku yang masih jahil terus menangis meratapi apa yang terjadi. Alhamdulillah, umi ayah yang selalu memujukku untuk kembali bangun. Usah meratapi tetapi sebaliknya mensyukuri kerana Allah sayang diri ini. Allah hendak yang terbaik buat daku. Allah hendak ajari diriku erti redha yang selama ni ku tercari cari. Allah hendak ajari daku erti kesabaran yang sering ku meraba di segenap penjuru mencari tiada henti. Allah mengajari ku lebih banyak dari luka yang satu yang ku rasa.

Ya Allah, penundaan ku untuk pergi ke bumi anbiya, banyak menunjuk ajarku erti kehidupan. Soal dalaman yang tidak dapat ku petik dari mana mana buku teks. Ku akur,kelemahan ku tidak dapat sesekali menandingi kekuasaanNya. Sebab itu, ku tunduk kembali kepada rencanaNya. Engkau Lebih Maha Mengetahui ya Tuhanku. Ku pasti, ini yang terbaik buatku! :')

Monday, 1 July 2013

Orphanage


بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, thumma alhamdulillah kerana diberi peluang utk berkhidmat kepada anak yatim. Pada hari khamis yang lepas (27 june 2013), saya dan teman-teman dari IBTASIM (a non-profit organization consist of 5 wak tanjong's almuni who do small programmes to help the society.) Alhamdulillah diberikan kesempatan utk buat aktiviti di Darul Ihsan libanat. Pada waktu diberitahu bahawa kami semua sudah diberikan slot utk melakukan aktiviti, pada mulanya ada teman saya yang agak keberatan utk melakukannya, sebab esok harinya kami ada pre-departure camp. Tetapi, kami alhamdulillah tekad untuk melakukannya. Kerana bukan selalu kita dapat berkhidmat utk anak yatim. Besar pahalanya. Selagi ada peluang, saya kata pada teman saya, jom kita ambil kesempatan ini. In syaa Allah Allah pasti tolong.
Walaupun agak last minute alhamdulillah kami dapat lakarkan plan yang lengkap bagi aktiviti yang ingin dilakukan selama dua jam.

Pada hari tersebut, kami berkumpul awal pagi kerana banyak juga benda belum settle. Seram juga dibuatnya. Tapi alhamdulillah kerana sudah ditanamkan niat yang baik, Allah bantu permudahkan. Tepat jam 3.30pm, kami sudah berada di perkarangan Darul Ihsan. Saat itu, perasaan saya bercampur baur. Ya Allah, gementar, takut, gembira, senang kata macam macam perasaan la. Tapi yang paling sangat dirasai ialah perasaan gementar tu. Kerana saya harus bentangkan mengenai Nabi Muhammad sebagai anak yatim. Gementar. Walaupun umur yang akan ikut serta ialah 10 tahun kebawah, tapi tetap saya gementar. Sebab mereka ni, ma syaa Allah masih comel. Dan harus melayani mereka bukan seperti yang selalu kita lakukan pada program sebelumnya. Tapi alhamdulillah Allah bantu. Semuanya berjalan dengan lancar. Anak-anak di sana semua dapat menerima kehadiran kami dengan tangan terbuka. Saya betul betul rasa sayaang sangat dengan mereka walau hanya mampu meluangkan masa selama dua jam sahaja.

Mereka semua anak anak yang sangat istimewa, sebabnya, Allah jaga mereka. Sepertimana Allah jaga Nabi Muhammad selepas kematian ibu ayah nya, begitu juga anak anak ni yang sangat suci murni, Allah pasti jaga. Buktinya, ada masyarakat yang sanggup membina tempat teduh bagi mereka, derma makanan dan sebagainya. Ma syaa Allah. :') waktu saya dan teman teman hendak pulang, mereka semua memeluk erat kami dan tanya "akak bila akak nak datang lagi?" Ya Allah,.soalan dari anak kecil yang tidak berdosa, dari seorang anak kecil yang mempunyai hati yang mulia. Saya tidak sanggup utk menjawabnya dan hanya mampu mengalirkan airmata. Berat sangat hati saya hendak melangkah pergi. Kalau boleh, ingin sahaja saya bersama mereka setiap waktu. Tapi Allah lebih Maha Mengetahui.

Ya Allah, Kau lindungilah mereka. Bimbinglah mereka ke jalan yang Engkau Redhai. Ya Allah, ampunilah dosa dosa mereka. Jangan lah Engkau biarkan mereka sendirian tanpa CintaMu walau seketika.
Ya Allah, Engkau Pemilik sebenar cinta ini, sampaikanlah salam rinduku kepada mereka. Pelukkan mereka untukku dengan hangat nya CintaMu untuk mereka. Sesungguhnya hamba tinggalkan mereka dibawah jagaan Mu ya Allah. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Wassalam.

Wednesday, 26 June 2013

Cinta Rabb





Semua tercari-cari
Tercari-cari sinar harapan
yang berdiri menunggu di hujung jalan.

Ada yang tersungkur dalam perjalanan
ada yang laju memecut cari harapan
ada juga yang maju perlahan 
tapi penuh semangat.

Bagai si buta meraba cari tongkatnya
bagai si celik meraba 
mencari sinaran di dalam kegelapan.

Inilah hakikat kehidupan
yang indah tak mudah dicapai
yang cantik tidak mudah digapai.
Cinta Rabbul 'Alamin tinggi melampai
tidak mungkin dicapai
tanpa ada ombak dan badai.

Kesabaran dalam mencari yang Hak
perlu ada
dalam mencari cintaNya yang tiada tandingan.
Usah khuatir
selagi dalam perjalanan mencari cinta Yang Agung
selagi itu kita tidak akan dihampakan.

Sesungguhnya hanya cintaNya 
yang kita cari.
Cinta 
yang menepati fitrah manusia.
Walau terpaksa bersendirian,
berdiri keseorangan di hujung dunia
namun cinta semulia cinta itu masih tetap dinanti.

Cinta Yang Agung
Cinta Yang Hebat
Cinta yang tidak akan menghampakan
itulah dia 
Cinta Rabb seluruh 'alam

Cinta Illahi


Friday, 14 June 2013

Rayuanku

Bismillahirrahmanirrahim

In syaa Allah post saya kali ni pendek je. Lebih bernada rayuan dari biasa. 

Kepada kaum bani Adam, 
Saya mohon sangat, jangan pernah mengusik kuntuman bunga di taman kalau tiada niat ingin memetiknya. Ya Allah, saya mohon jangan pernah bagi harapan pada wanita. Tambahan lagi, kalau berniat ingin mempergunakannya sahaja. Wal 'iyazu billah. Mana pergi lelaki yang seharusnya bertindak sebagai pelindung wanita? Kenapa lelaki semua kini hanya tahu ingin menghancurkan diri dan hati wanita?  Jangan gelak atas tangisan wanita. Ingatlah, dunia dan kehidupan tidak selalu berpihak pada kita. Jangan sampai satu hari nanti segala apa yang kita lakukan kena tempias nya semula pada muka kita. Pada waktu, jangan hendak menyesal atau menangis lagi. Semuanya tidak bermakna lagi. Mungkin sekarang awak semua boleh gelak atas tangisan wanita yang telah disakiti itu, tapi bila awak semua sudah mempunyai anak, jangan nangis bila harus mengesat air mata nya kerana dikecewakan oleh lelaki yang tidak berhati perut dan berperikemanusiaan ini. Tambahan juga, wahai kaum bani Adam, berkahwin tidak hanya didasari oleh rasa saling sayang menyayang. Jangan harap ingin bahagianya rumahtangga, kalau diri tidak ditingkatkan, dan ego tidak dimusnahkan. Jangan disebabkan egomu, rumah tanggamu hancur lepuh. 

Kepada kaum Hawa pula,
Jangan senang terpedya dengan janji manis lelaki yang belum sah menjadi milik kita. Kalau dengan kita sekarang dia boleh mempermainkan, tidak mustahil bila berumah tangga nanti, tiadanya seorang khalifah yang bertindak sebagai ketua keluarga. Tingkatkan perisaimu. Biar mereka harus bersusah payah sebelum mendapatkan dirimu. Jangan mudah bagi mereka untuk mendapatkanmu. Kerana dengan mudah juga mereka akan menghancurkan hatimu. Jangan pernah meletakkan harapan setinggi gunung pada mereka, Moga Allah sentiasa melindungi wanita wanita ini. Dirimu sangat berharga, jagalah dirimu dan cintamu. Biar ianya hanya diberikan kepada yang sudah halal buatmu. 

Maafkan saya, andai ada yang tersinggung. Maaf juga seandainya post ini lebih berbaur rayuan dan ada pihak yang tidak senang dengannya. Cuma diri yang kerdil ini hanya ingin memberikan kesedaran kepada semua termasuk diri ini yang senang terlalai dengan bomohan cinta. Moga Allah lindungi hati hati kami semua. Amin. Sampai sini sahaja post ringkas saya. Segala kesalahan datang dari kelemahan diri sendiri dan yang baik datang dari Pemilik Cinta yang sejati. Wallahu a'alam.